Penyuluhan pada Ibu Hamil

Penyuluhan dalam gedung adalah kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan di dalam bagunan seperti Puskesmas atau Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang berbagai isu kesehatan, serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat. 

Pada hari ini, Kamis, 24 April 2025 telah dilakukan penyuluhan dalam gedung oleh Bidan Tati Hermawati, S.Keb selaku penanggung jawab Program KIA, mengenai Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil. Sasaran penyuluhan ini adalah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Panca.

 

Ketidaknyamanan pada ibu hamil sangat beragam dan tergantung pada trimester kehamilan. Beberapa ketidaknyamanan umum meliputi mual dan muntah (trimester 1), nyeri punggung dan kram kaki (trimester 2 dan 3), sering buang air kecil, dan bengkak pada kaki (trimester 3). Ketidaknyamanan ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal, penambahan berat badan, dan tekanan pada organ dalam tubuh. 

Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang ketidaknyamanan yang mungkin dialami ibu hamil:

Trimester 1:

1.      Mual dan muntah: (morning sickness) adalah gejala umum yang dialami sekitar 50-80% ibu hamil, biasanya dimulai pada minggu ke-4 dan memuncak pada minggu ke-10, lalu mereda secara bertahap. 

2.      Sakit kepala: Perubahan hormon dan tekanan darah dapat menyebabkan sakit kepala. 

3.      Gatal dan kaku pada jari: Perubahan hormon dan peningkatan volume darah dapat menyebabkan gatal dan kaku pada jari. 

4.      Gusi berdarah: Peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat membuat gusi menjadi lebih sensitif dan rentan berdarah. 

5.      Masalah pencernaan: Sembelit, peningkatan gas, dan perut kembung dapat terjadi akibat perubahan hormon dan lambungnya gerak usus. 

6.      Mudah lelah: Perubahan hormon dan peningkatan kebutuhan energi dapat menyebabkan mudah lelah. 

7.      Perubahan pada payudara: Payudara menjadi lebih sensitif, membesar, dan mungkin terasa nyeri atau berat. 

8.      Keputihan: Peningkatan hormon estrogen dapat meningkatkan produksi cairan vagina. 

 

Trimester 2:

1.       Nyeri punggung: Peningkatan berat badan dan perubahan postur tubuh dapat menyebabkan nyeri punggung. 

2.       Kram kaki: Perubahan hormonal dan penambahan berat badan dapat menyebabkan kram kaki. 

3.       Sesak napas: Peningkatan volume darah dan tekanan pada diafragma dapat menyebabkan sesak napas. 

4.       Sering buang air kecil: Peningkatan hormon dan tekanan pada kandung kemih dapat menyebabkan sering buang air kecil. 

5.       Bengkak pada kaki: Retensi cairan dan peningkatan volume darah dapat menyebabkan bengkak pada kaki dan pergelangan kaki. 

6.       Sakit kepala: Peningkatan hormon dan tekanan darah dapat menyebabkan sakit kepala. 

7.       Perubahan kulit: Kulit dapat menjadi lebih kering, muncul stretch marks, atau perubahan warna kulit. 

8.       Masalah gigi dan gusi: Gusi dapat menjadi lebih sensitif, mudah berdarah, atau bahkan terjadi peradangan. 

9.       Pusing: Perubahan sirkulasi darah dapat menyebabkan pusing. 

 

Trimester 3:

1.       Nyeri punggung: Nyeri punggung dapat meningkat karena tekanan pada tulang belakang dan perubahan postur tubuh. 

2.       Kram kaki: Kram kaki dapat lebih sering terjadi di trimester ini. 

3.       Sesak napas: Sesak napas dapat lebih terasa karena tekanan pada paru-paru dan diafragma. 

4.       Sering buang air kecil: Sering buang air kecil dapat lebih sering karena tekanan pada kandung kemih. 

5.       Bengkak pada kaki: Bengkak pada kaki dan pergelangan kaki dapat lebih terasa karena retensi cairan. 

6.       Sakit kepala: Sakit kepala dapat lebih sering terjadi karena perubahan hormonal dan tekanan darah. 

7.       Dada terasa panas atau terbakar: Perubahan hormon dan tekanan pada perut dapat menyebabkan dada terasa panas atau terbakar. 

8.       Sembelit: Perubahan hormon dan penambahan berat badan dapat menyebabkan sembelit. 

9.       Hemoroid: Penambahan tekanan pada vena di sekitar anus dapat menyebabkan hemoroid. 

10.    Perubahan kulit: Kulit dapat menjadi lebih kering, muncul stretch marks, atau perubahan warna kulit. 

11.    Perubahan nafsu makan: Perubahan hormonal dapat menyebabkan perubahan nafsu makan.