Tiga Program Unggulan Mahasiswa Poltekkes Tasikmalaya sebagai Inovasi Pencegahan Stunting

 

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting. Melalui semangat inovasi dan kolaborasi, mereka menghadirkan tiga program kreatif yang dikemas dengan nama unik dan mudah diingat, yaitu PRIMA, Kelolife for Optima 1000 dan Makroni Sehat Sultan.

 

Program ini menyasar Remaja, ibu hamil, serta ibu bayi dan balita, dengan tujuan meningkatkan kesadaran pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat sejak dini.

 

“PRIMA: Penyuluhan Remaja Insan Muda Anti Stunting”

 

Melibatkan kelompok remaja, program PRIMA dikemas lebih interaktif melalui permainan edukatif dan kegiatan penyuluhan menarik. Tujuannya, menanamkan pemahaman sejak dini bahwa remaja sebagai calon orang tua masa depan memiliki peran penting dalam mencegah stunting.

 

Dengan pendekatan fun learning, para remaja mendapatkan edukasi dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter mereka, sehingga diharapkan dapat memahami materi penyuluhan dengan lebih baik.

 

“KELOlife for OPTIMA 1000: Kelor untuk Gizi Seimbang 1000 HPK”

 

Melalui program KELOlie for OPTIMA 1000, mahasiswa memperkenalkan manfaat daun kelor sebagai superfood lokal yang kaya nutrisi untuk mendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Edukasi diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui tentang cara mengolah daun kelor menjadi makanan bergizi tanpa mengurangi cita rasanya.

 

“Kelor mudah didapat, harganya murah, tapi manfaatnya luar biasa dalam meningkatkan status gizi anak terutama saat masa 1000 hari pertama kehidupan.” jelas salah satu mahasiswa.

 

“Makroni Sehat Sultan: Makan Protein Hewani Setiap Hari Secara Rutin, Satu Langkah Turunkan Stunting”

 

Program ini mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi protein hewani minimal 1 porsi setiap hari sebagai upaya sederhana namun efektif dalam menurunkan angka stunting. Melalui kegiatan penyuluhan, mahasiswa mengenalkan bahwa protein hewani tidak harus mahal dan bisa diperoleh dari sumber pangan lokal seperti telur, hati ayam, tutut, belut dan lele.

 

“Dengan membiasakan makan protein hewani setiap hari, pertumbuhan anak bisa lebih optimal. Kami ingin masyarakat sadar bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur sendiri,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana.

 

Langkah Nyata Generasi Muda untuk Masa Depan Sehat

 

Melalui ketiga program ini, mahasiswa Poltekkes Tasikmalaya berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.

Semangat inovatif dan kepedulian sosial mahasiswa menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang kreatif dan berkelanjutan.