Waspada Rabies: Kenali Hewan Penular, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Rabies merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang sistem saraf pusat (otak) dan disebabkan oleh Lyssa virus. Penyakit ini bersifat sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Rabies dapat menyerang manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan hewan yang terinfeksi virus rabies.
Beberapa hewan yang dapat menjadi penular rabies antara lain anjing, kucing, kelelawar, monyet, dan kelinci. Penularan terjadi ketika virus rabies masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kontak dengan hewan, terutama hewan liar atau yang menunjukkan perilaku tidak normal, sangat penting.
Gejala rabies pada manusia umumnya diawali dengan demam, mual, sakit tenggorokan, dan sakit kepala hebat. Seiring berkembangnya penyakit, penderita dapat mengalami gelisah, takut air (hydrophobia), takut cahaya (photophobia), serta air liur berlebihan (hipersalivasi). Sementara itu, pada hewan, rabies ditandai dengan perilaku gelisah atau agresif, air liur berlebihan, kejang, kesulitan makan dan minum, sulit berjalan, serta menjadi sangat sensitif terhadap cahaya dan suara.
Apabila terjadi gigitan atau cakaran hewan yang dicurigai rabies, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit. Setelah itu, segera berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pencegahan rabies dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi rabies secara rutin pada hewan peliharaan, menghindari kontak dengan hewan liar, serta mengikat atau mengandangkan hewan peliharaan agar tidak berkeliaran bebas. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat, diharapkan penularan rabies dapat dicegah dan kesehatan bersama dapat terjaga.