Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional
Indonesia telah memasuki era penduduk tua (Ageing Population) sejak tahun 2021, dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 12% atau 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia, dan persentase ini diprediksi akan meningkat hingga 20% pada tahun 2045 (BPS 2024).
Tantangan yang dihadapi lansia di Indonesia cukup signifikan, terutama terkait dengan kemandirian dan kesehatan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi tingkat ketergantungan pada penduduk umur ≥60 tahun menunjukkan bahwa 95% lanjut usia mandiri; 2,1% dengan ketergantungan ringan, dan 2,9% mengalami ketergantungan sedang hingga total dan memerlukan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, SKI 2023 juga mencatat peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di kalangan lansia, seperti hipertensi, diabetes, dan stroke, yang dapat mempengaruhi tingkat kemandirian mereka, sehingga diperlukan upaya preventif dan promotif untuk menjaga kesehatan lansia serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dalam menghadapi tantangan ini, Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kesehatan lansia, serta meningkatkan ketersediaan perawatan jangka panjang dan dukungan sosial bagi lansia. Peringatan Hari Kesehatan Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Indonesia jatuh setiap tanggal 29 Mei, hal ini merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk merefleksikan pentingnya menghargai, menghormati, dan merawat lansia.
Rangkaian peringatan HLUN Puskesmas Paseh dilaksanakan pada tanggal 2-4 Juni 2025 dengan berbagai kegiatan diantaranya pada hari ini, Selasa 3 Juni 2025 dilaksanakan peringatan HLUN dengan kegiatan meliputi Senam Lansia, Skrining PTM dan Kemandirian Lansia, Penyuluhan dan Pemeriksaan Gigi dan Mulut.