Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)

Makanan pendamping air susu ibu atau MPASI adalah makanan yang diberikan untuk bayi berusia di atas 6 bulan. Pemberian MPASI ini dilakukan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi guna menyokong proses tumbuh kembangnya.

Tanda Kesiapan Bayi Untuk Menerima MP-ASI

  • Kontrol kepala baik dari bayi, kepala bayi tetap tegak dan stabil saat bayi didudukkan.
  • Reflek menjulurkan lidan dan gumoh sudah berkurang.
  • Tertarik atau mencoba meraih makanan yang dimakan orang tua atau orang dewasa yang berada di sekitar bayi.
  • Selera makan bayi meningkat, bayi tampak masi lapar meskipun sudah menyusui 10-12 kali/hari.

Tahapan Tekstur MP-ASI Sesuai Usia

·       1. Usia 6 Bulan

 Tahapan tekstur MPASI yang pertama adalah puree atau bubur halus dan kental untuk bayi berusia 6 bulan. Pada tahapan ini, bayi masih beradaptasi dan lebih rentan tersedak karena belum memiliki kemampuan untuk mengeluarkan zat asing yang menyumbat saluran pernapasan. Maka dari itu, tekstur makanan untuk bayi usia 6 bulan yang baik adalah bubur halus dan kental (puree).

2. Usia 7–9 Bulan

 Setelah menginjak usia 7–9 bulan, bayi sudah diperbolehkan untuk mencoba makanan yang bertekstur lebih padat. Orang tua hanya perlu memblender makanan hingga teksturnya sedikit halus dan tidak perlu menyaringnya kembali. Atau, tahapan tekstur MPASI ini juga bisa berupa makanan yang ditumbuk atau dilumatkan.

3. Usia 9–12 Bulan

 Pada tahapan selanjutnya, orang tua dapat mengenalkan makanan yang dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), dan makanan yang dapat digenggam oleh anak (finger foods). Bayi usia 9–12 bulan juga sudah mulai bisa diberikan makanan dengan porsi yang lebih banyak, yaitu sekitar 125–250 mililiter untuk sekali makan. Berikanlah MPASI tersebut sebanyak 3–4 kali sehari dengan selingan camilan 1–2 kali untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi.

4. Usia 12–24 Bulan

 Menginjak usia 12–24 bulan, anak sudah bisa beradaptasi dengan berbagai tekstur makanan sehingga diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan keluarga. Jadi, si kecil sudah bisa mengonsumsi makanan yang anggota keluarga lainnya makan. Namun, perlu diketahui bahwa kemampuan mengunyah pada anak usia 12–24 bulan masih belum sempurna sehingga tak perlu khawatir jika konsumsi makanannya cenderung masih berantakan. Selain itu, ada baiknya untuk menghindari memberikan bumbu-bumbu penyedap rasa, seperti MSG pada makanan anak, terutama untuk anak usia di bawah 1 tahun.