Pemeriksaan HPV DNA

Kanker Serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini umumnya berkembang perlahan dan baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium komplikasi serius.

Kanker serviks dibagi menjadi 4 stadium. Angka harapan hidup pada penderita kanker serviks tergantung pada stadium yang dialaminya. Angka ini merupakan gambaran persentase penderitaan yang masih hidup 5 tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks. Sebagai contoh, angka harapan hidup 80% berarti 80 dari 100 pederita bertahan hidup hingga 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis kanker serviks.

Berikut adalah angka harapan hidup pada penderita kanker serviks berdasarkan stadium yang dialami:

  • Stadium 1 : 90% atau lebih
  • Stadium 2 : 60-80%
  • Stadium 3 : 50%
  • Stadium 4 : 30%

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi kanker serviks sejak usia 10 tahun. Selain itu penting dilakukan skrining sejak usia 21 tahun atau setelah menikah. Salah satu metode skrining yaitu melalui pemeriksaan HPV-DNA.

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari selama 24 jam sebelum pemeriksaan HPV DNA, yaitu:

  • Melakukan hubungan seksual.
  • Melakukan douching, yaitu  membersihkan vagina menggunakan produk perawatan kewanitaan yang disemprotkan ke vagina.
  • Menggunakan obat-obatan vagina, seperti krim atau sabun pembersih.
  • Memasukkan apa pun ke dalam vagina, seperti menggunakan tampon.

Selain itu, pastikan bahwa anda tidak sedang menstruasi.

Tujuan Pemeriksaan HPV DNA

  • Mendeteksi infeksi HPV : Mengetahui keberadaa DNA virus HPV resiko tinggi pada sel serviks atau daerah lain yang terinfeksi.
  • Deteksi dini kanker serviks : Mengidentifikasi infeksi HPV yang dapat menyebabkan pra-kanker atau kanker serviks. 
  • Identifikasi tipe virus : Mengetahui jenis (strain) virus HPV yang menginfeksi, terutama tipe-tipe risiko tinggi.