PMT LOKAL PUSKESMAS MAJALAYA

Pemberian  Makanan  Tambahan  (PMT)  berbahan  pangan  lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada ibu hamil dan balita. Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bahan baku makanan  tambahan  bagi  ibu  hamil  dan  balita  bermasalah  gizi merupakan upaya untuk mengoptimalkan status gizi dan kesehatan serta kelestarian lingkungan, yang dapat berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Melalui pemanfaatan pangan lokal tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan ketahanan pangan serta mengurangi gas buang dari proses produksi pangan.

Ibu hamil bermasalah gizi yang mendapat PMT berbahan pangan lokal adalah ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan ibu hamil risiko KEK serta balita bermasalah gizi, antara lain balita T (berat badan tidak naik), berat badan kurang, dan gizi kurang.

Kegiatan PMT berbahan pangan lokal tersebut perlu disertai dengan edukasi gizi dan kesehatan untuk perubahan perilaku misalnya dengan mendukung pemberian ASI, edukasi dan konseling pemberian makan, kebersihan serta sanitasi untuk keluarga.

Kegiatan PMT berbahan pangan lokal diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan dan gizi keluarga secara berkelanjutan. Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di dunia dalam keragaman hayati.

Tujuan pemberia PMT adalah untuk memenuhi kesenjangan asupan gizi guna memperbaiki masalah dan meningkatkan status gizi pada sasaran. Sasaran yang di jama PMT Lokal ini yakni:
 

  1. Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
       
     Ibu hamil yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) pra hamil atau pada trimester 1 (<12 minggu) kurang dari 18,5 kg/m2.
  2. Ibu Hamil Risiko KEK
    Ibu hamil yang mempunyai ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang 23,5 cm
  3. Balita 
    Anak usia 6-59 bulan yang bermasalah gizi (berat badan tidak naik, berat badan kurang, dan gizi kurang)
  4. Balita dengan Berat Badan Tidak Naik
    Balita yang berat badannya tidak naik saat penimbangan dibandingkan hasil penimbangan bulan sebelumnya dibaca dari grafik KMS.
    BB Tidak Naik terdiri dari:
    - BB naik tidak adekuat
    - BB tetap
    - BB turun
  5. Balita Berat Badan Kurang
    Balita dengan status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) berada pada z-skor kurang dari -2SD
  6. Balita Gizi Kurang
    Balita dengan status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut panjang badan (BB/PB) atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) berada pada z-skor - 3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD



    Create by : Ulfa Fauziah, Silvi Alya