KOLABORASI DOKTER SPESIALIS OBGYN DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU (KOLBU)

Pendampingan Tim Ahli Ke FKTP Dalam Penguatan Pelayanan KIA melalui kegiatan Kolaborasi Dokter Spesialis Obgyn Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu (KOLBU) merupakan salah satu upaya memperbaiki Kesehatan Ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara.

Salah satu strategi dalam menurunkan AKI/AKB adalah melalui penguatan Puskesmas dan jaringannya. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2024 yaitu Pembinaan Puskesmas oleh dokter SpA dan SpOG untuk peningkatan pengetahuan petugas puskesmas dan Praktik Mandiri Bidan (PMB) terkait penyebab kematian terbanyak pada kasus kematian ibu dan bayi. Selain itu juga telah dilaksanakan audit kematian maternal dan perinatal yang menghasilkan beberapa rekomendasi antara lain peningkatan kapasitas petugas kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Penapisan skrining risiko tinggi kehamilan serta peningkatan kualitas Ante Natal Care (ANC) di FKTP.  Menindaklanjuti hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung akan melaksanakan kegiatan Pendampingan Tim Ahli ke FKTP melalui kolaborasi Obgyn dalam pelayanan kesehatan Ibu (KOLBU). Dengan kegiatan ini diharapkan tenaga ahli dapat memberikan bimbingan teknis dan klinis kepada petugas kesehatan di Puskesmas khususnya dokter umum dan bidan untuk memperkuat kemampuan dalam deteksi dan tatalaksana komplikasi kebidanan sehingga skrining risiko tinggi pada ibu hamil dapat dilaksanakan sedini mungkin dan dilakukan tata laksana yang cepat dan tepat terhadap risiko/ komplikasi yang ditemukan.

Kegiatan Kolaborasi Dokter Spesialis Obgyn Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu (KOLBU) yang di laksanakan di Puskesmas Majalaya pada tanggal 28 April 2025 melibatkan 4 Puskesmas, yaitu Puskesmas Majalaya, Puskesmas Sumbersari, Puskesmas Jelekong dan Puskesmas Rancamalaka Endah. Melibatkan lintas profesi, yaitu Dokter Umum, Bidan, Terapis Gigi dan Mulut, Ahli Gizi dan  Tenaga Laboratorium dengan sasaran 22 orang Ibu hamil di wilayah Puskesmas Majalaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dokter umum dan bidan di Puskesmas dalam skrining dan tatalaksana kasus maternal, sehingga output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah Dokter dan Bidan yang mendapat pendampingan Dokter Spesialis Obgyn dan terlaksananya Tatalaksanan kasus Ibu Hamil Risiko Tinggi, serta dilakukan Diskusi & Pembahasan di akhir sesi kegiatan.